obat ibu hamil yang aman

Infeksi saluran nafas atas  atau  common cold yang oleh orang awam sering disebut sebagai flu adalah infeksi virus yang paling sering menyerang manusia. Menurut statistik setidaknya manusia dewasa diserang penyakit ini 2 kali setahunnya. Anak-anak lebih kerap lagi – bisa sampai 12 kali pertahun.  Dengan demikian dapat dipastikan para ibu hamil kemungkinan besar akan mendapat penyakit ini di masa hamilnya.

Bagi para ibu hamil yang sadar ada ancaman bahaya penggunaan obat, tentu banyak yang ragu menelan obat yang diberikan. Apalagi kalau dokter lupa meyakinkan si ibu bahwa obat yang diberikan tersebut aman bagi ibu hamil. Karena itulah di apotik pertanyaan keamanan obat yang sering ditanyakan adalah tentang keamanan obat flu, batuk dan antibiotik untuk ibu hamil.

Mengacu kepada  pada artikel sebelum ini, untuk mengatasi meriang/ demam lebih baik dipilih  paracetamol (Panadol Biru, Biogesik Tablet dsb) yang termasuk kategori B Pregnancy Risk ratio.  Yang kurang aman adalah Ponstan dan obat flu kombinasi (gabungan paracetamol, antihistamin dan obat pelonggar nafas).

Jika diperlukan, antibiotika yang cukup aman adalah yang masuk kategori B: Amoxicillin (amoxil, amoxan, kalmoxillin dsb), cefadroxil (cefat,cefspan, cefachlor) cukup aman. Yang kurang aman adalah Tetracyclin (kategori D), Ciprofloxacin (kategori C). Obat batuk yang aman adalah Obat Batuk Hitam (jangan yang dengan embel-embel Plus).
Prinsip menggunakan obat kala hamil

1.      Pertimbangkan mengatasi penyakit tanpa menggunakan obat, terutama pada 3 bulan pertama kehamilan.

2.      Obat hanya digunakan bila manfaat yang diperoleh ibu lebih besar dibandingkan kemungkinan resiko yang bakal terjadi pada janin.

3.      Apabila harus menggunakan obat, pilihlah obat yang telah dikenal secara luas. Hindarilah penggunaan obat yang baru beredar karena belum cukup waktu untuk mengetahui keamanannya.

4.      Hindari penggunaan obat polifarmasi – menelan berjenis-jenis obat (4 jenis lebih)

5.      Cari tahu  apakah obat yang akan digunakan aman sesuai kategori keamanan obat bagi ibu hamil (lihat artikel sebelum ini). Bagi yang suka browsing di internet informasi dapat diperoleh di http://www.safefetus.com. Informasi lain dapat diperoleh dari Buku MIMS (Indonesian Index Medical Spesialite) berbahasa Indonesia terbaru yang banyak dijual di toko buku Gramedia dan Gunung Agung. Di halaman-halaman depan buku ini terdapat indeks obat dan kategori resiko untuk ibu hamil yang cukup lengkap

Kehamilan menbuat kita harus pandai-pandai memilih obat, karena tidak semua obat aman untuk dikonsumsi BUMIL (Ibu hamil).

Solusi Kesehatan Bersama – Online : Disini ada beberapa obat tradisional bagi BUMIL atau Ibu Hamil yang sedang terserang flu, insya Allah aman buat Ibu Hamil & Bayi yang ada didalam kandungan. Obat tradisional yang pertama adalah:

  • Meminum air rebusan ketumbar:

Cuci bersih segenggam kutumbar lalu rebus dengan beberapa gelas air, rebus sampai mendidih dan berubah warnanya…(menjadi seperti warna air teh). Boleh juga diberi tambahan jahe sedikit.

...kehamilan membuat kita harus pandai-pandai memilih obat…
* Meminum air lemon+madu:

Campur madu atau lemon dgn gula jawa di minum hangat-hangat.

* Meminum air rebusan jahe+gula jawa:

Rebus jahe yang dicampur dengan gula jawa

Source : http://forum.kompas.com/kesehatan/11419-obat-flu-untuk-ibu-hamil.html

Obat batuk pilek untuk ibu hamil

Bermacam-macam keluhan terjadi sejak awal kehamilan, salah satunya adalah batuk dan pilek. Mau minum obat, tapi takut tidak aman untuk kehamilan. Cek dulu obat yang aman dan tidak aman untuk batuk dan pilek berikut.

Tidak ada obat yang manjur untuk menghilangkan keluahan batuk, pilek, serta infeksi virus flu yang diderita ibu hamil. Normalnya, keluahan ini akan hilang sendiri setelah berisitirahat total selama 2 – 3 hari.

Obat aman:

  • Parasetamol
  • Madu ditambah peppermint, diseduh dengan air hangat
  • Mentol dan minyak kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat
  • Permen pelega tenggorokan

Obat tidak aman:

  • Obat batuk/pilek/flu yang mengandung campuran beberapa senyawa berbahaya, seperti kafein, alkohol, kodein, efedrin, dan dekstrometrorfan, karena dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan memicu denyut jantung janin.
  • Vitamin C dosis tinggi, dapat membahayakan perkembangan janin.

Terapi alternatif:

  • Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang banyak keluar dalam bentuk pilek.
  • Minum jus jeruk atau blackcurrant yang akan membantu menambah kadar vitamin C.
  • Minum campuran jeruk nipis dan madu yang diseduh air hangat.
  • Hirup uap hangat dari air hangat yang ditetesi minyak pelega hidung tersumbat, seperti mentol, atau minyak kayu putih.

Jika mungkin, hindari sebisa mungkin konsumsi obat. Selain beristirahat dan mencoba terapi alternatif, Anda juga perlu menyediakan sekotak tissue untuk ‘melawan’ pilek. Bila dahak Anda kental dan berwarna kuning kehijauan, konsultasikan ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: